pharmacyfeeling.com

Membahas Berbagai Hal Dari Seluruh Dunia

Tujuan Wisata Benggala Ditutup Tanpa Batas Waktu Mulai 1 Juli

  • January 7, 2021
  • Wisata
  • No Comments

Meskipun pemerintah Benggala Barat telah mengizinkan pembukaan kembali hotel dan restoran mulai 8 Juni, Asosiasi Pemilik Hotel Darjeeling mengatakan tidak layak untuk beroperasi dengan hanya beberapa turis tiba karena pandemi.

Destinasi Wisata Utama Benggala Akan Tutup Tanpa Batas Waktu Mulai 1 Juli

Hotel-hotel di Darjeeling, yang bisa dibilang tujuan wisata utama Bengal, telah memutuskan untuk menutup jendela mereka tanpa batas sejak 1 Juli, keputusan yang dapat memengaruhi mata pencaharian 10.000 keluarga yang terkait dengan industri di stasiun bukit dan pinggirannya. Ada 380 hotel di kota Darjeeling dan pinggirannya yang menampung hampir 4,5 lakh wisatawan setiap tahun.

Meskipun pemerintah Benggala Barat telah mengizinkan pembukaan kembali hotel dan restoran mulai 8 Juni. Asosiasi Pemilik Hotel Darjeeling mengatakan tidak layak untuk beroperasi dengan hanya beberapa turis yang datang karena pandemi.

“Tidak akan bisa mempertahankan hotel tetap buka selama musim sepi,” kata pengusaha hotel lain yang tidak ingin disebutkan namanya. Musim panas adalah musim puncak untuk Darjeeling, dan musim hujan menjadikan musim yang membosankan bagi industri pariwisata stasiun bukit.

Mereka yang berada di industri pariwisata, termasuk operator perjalanan dan tur, mengatakan keputusan itu akan berdampak pada industri pariwisata di seluruh wilayah hingga restoran dan sektor transportasi. Sirkuit pariwisata Benggala utara terdiri dari Darjeeling, perbukitan Kalimpong, dan kaki bukit yang disebut Dooars. Namun, pemilik hotel di Kalimpong dan Dooars belum mengambil keputusan tersebut.

Raj Basu, penyelenggara, asosiasi untuk konservasi dan pariwisata, mengatakan dia mengharapkan industri pariwisata menjadi yang terakhir bangkit setelah krisis virus corona.

“Meskipun homestay yang memiliki lebih dari 6.000 kamar di perbukitan Darjeeling dan Kalimpong sepertinya tidak akan terpengaruh. Pemiliknya merasa sulit untuk mendapatkan izin dari desa setempat untuk dibuka kembali. Dalam kondisi seperti itu, keputusan menutup hotel Darjeeling juga akan berdampak buruk bagi bisnis pariwisata di destinasi lain, ”kata Basu.

Menurut Sandipan Ghosh, sekretaris asosiasi operator perjalanan dan tur Himalaya bagian timur (EHTTOA. Pihaknya masih optimistis asosiasi para pelaku bisnis perhotelan akan mencabut keputusannya. “Jika tidak, akan sulit untuk memasarkan kawasan tersebut, karena itinerary tidak akan lengkap tanpa Darjeeling.

Tags : | | | | | | |

Leave a Reply